Kamis, 13 Januari 2011

munak vs jaim = Nothing

Saya berusaha tidak berekspresi, tampil biasa, berusaha tidak menarik perhatiannya. Walaupun pada kenyataannya di dalam kamar mandi secara tidak sadar saya tersenyum luarbiasa lebarnya, dan membubuhkan wewangian. Shit!! Saya tertarik.



Pertama kali dia menyebutkan namanya, saya menahan nafas beberapa detik. That’s a great smile!!

Pertama kali dia menyebutkan namanya via sms, saya hampir merobohkan Graha Pena (berlebihan) karena kaget. Darimana dia tahu nomor saya??



Alih-alih menatap matanya ketika berbicara, saya malah menatap jauh ke daftar menu KFC, jam dinding, Atau menatap jalanan dari kaca.

Saya takut ketika melihat metanya dia akan melihat mata saya dan mengetahui bahwa saya menyimpan sesuatu untuk dia.



Perlahan-lahan dia menjauh, entah karena saya yang tidak ko operatif, atau memang bukan saya yang dia cari. Atau saya yang Ke GR-an??



Dan ketika pada akhirnya saya tidak mendapatkan apa-apa. Saya hanya bisa menyesal. Menyesali saya yang takut untuk dimiliki atau memiliki. Menyesali ketakutan saya untuk menjalin suatu hubungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar